Parenting

Label yang kita berikan kepada anak akan terekam 

terus melalui sistem saraf. 

Contoh: kita pernah menyebut anak kita 'pemalas' Itu terekam terus.

Apalagi jika kita sampaikan ketika anak di umur tiga tahun

itu adalah Golden Period. 

Perkembangan otaknya sangat kuat. 

Sebetulnya si Anak cerdas, tapi karena kita bilang 'pemalas'

maka dia jadi pemalas betulan. 

Kenapa? Karena terekam di kepalanya.

🐣

kalau anak berbuat salah,

jangan serang pribadinya tapi tegur kesalahannya.

Jangan bilang dia nakal atau tidak bisa diatur,

tapi jelaskan apa yang tidak baik dan berikan solusinya.

🐣

Hipotalamus anak laki-laki lebih lebar daripada perempuan

sehingga anak laki-laki lebih mudah haus dan lapar. 

Maka pantang menasihati anak laki-laki kalau perutnya masih kosong. 

kalau ingin menasihati anak laki-laki ajak dia makan dulu

baru nasihati dia.

🐣

Kalau kamu melihat ada bayi nangis terus saat bersama ibunya...

Peluk ibunya.

(bukan ambil anaknya, atau malah nge-judge)

Karena ibunya lebih tertekan dan sedih daripada yang kamu kira. 

Tidak ada lbu Beneran yang tidak ingin anaknya selalu senang dan bahagia.

Jadi, jika terjadi kebalikannya, support dan

pengertianmu akan sangat membantu si ibu menjadi lebih mampu.

🐣

Parents, please remember..

Babies cry. Toddlers have tantrums. Kids talk back. 

Teenagers test boundaries.

None of these means you're failing.

🐣

Anak yang cengeng adalah anak yang memiliki bibit empati

namun belum memiliki skill regulasi emosi.

Anak yang sulit diberi tahu adalah anak yang berpendirian kuat

namun belum memiliki skill negosiasi.

Anak yang peragu adalah anak yang mampu mempertimbangkan risiko

namun belum memiliki skill problem solving.

Anak yang berbicara dengan nada tinggi

adalah anak yang berani berpendapat

namun belum memiliki skill komunikasi.

Jangan hilangkan bibit baiknya tapi bangun keterampilan 

untuk mengasahnya dan bekali diri sendiri 

sebagai pendamping dengan ilmu yang tepat

🐣

Who said mums are just housewives?

The word Umm (Ψ£Ω…) – mother. From the same root, you get:

  • Imam (Ψ₯Ω…Ψ§Ω…) – Leader

  • Ummah (Ψ£Ω…ّΨ©) – A nation

  • Amam (Ψ£Ω…Ψ§Ω…) – The front

Indeed, mothers are at the forefront of everything

they're leaders who build and nurture nations.

🐣

"Apabila kamu melihat perkara yang tidak kamu sukai pada anakmu

mohonlah kepada Rabb-mu untuk mencabut hukuman-Nya darimu

dan bertaubatlah kepada-Nya atas dosa-dosamu."

Karena keburukan pada anakmu tak lain ditujukan

untuk menegurmu."

🐣

Things to teach your childern:

πŸ™ Self-respect

πŸ™ How to fight

πŸ™ When to fight

πŸ™ Good posture

πŸ™ How to say no

πŸ™ When to say yes

πŸ™ Everything is sales

πŸ™ Respect is earned

πŸ™ Always face your fears

πŸ™ Always chase excellence

πŸ™ How to form a siblinghood a frindship

πŸ™ Rejection is better than Regret

πŸ™ Chess

πŸ™ How to sell

πŸ™ When to tip

πŸ™ Storytelling

πŸ™ Throw a punch

πŸ™ Love for nature

πŸ™ Public speaking

πŸ™ How to tell a joke

πŸ™ Entrepreneurship

πŸ™ How to treat a spouse

πŸ™ How to treat their parents

πŸ™ Taxes

πŸ™ Coding

πŸ™ Cooking 

πŸ™ Insurance

πŸ™ Basic Home Repaire

πŸ™ Self Defense

πŸ™ Survival Skills

πŸ™ Social Etiquette

πŸ™ Personal Finance

πŸ™ Public Speaking

πŸ™ Car Maintenance

πŸ™ Stress Management

 πŸ£

Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri

Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan kasih dalam kehidupannya

🐣

DEAR PARA ORANG TUA...

ANAKMU MENGENALKAN SIAPA DIRIMU...

1. Jika anakmu BERBOHONG

itu karena engkau MENGHUKUMNYA terlalu BERAT.

2. Jika anakmu TIDAK PERCAYA DIRI

itu karena engkau TIDAK MEMBERI dia SEMANGAT

3. Jika anakmu KURANG BERBICARA

itu karena engkau TIDAK MENGAJAKNYA BERBICARA

4. Jika anakmu MENCURI,

itu karena engkau TIDAK MENGAJARINYA MEMBERI.

5. Jika anakmu PENGECUT,

itu karena engkau selalu MEMBELANYA.

6. Jika anakmu TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN,

itu karena engkau BERBICARA TERLALU KERAS KEPADANYA.

7. Jika anakmu MARAH,

itu karena engkau KURANG MEMUJINYA.

8. Jika anakmu SUKA BERBICARA PEDAS,

itu karena engkau TIDAK BERBAGI DENGANNYA

9. Jika anakmu MENGASARI ORANG LAIN,

itu karena engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAPNYA.

10. Jika anakmu LEMAH,

itu karena engkau SUKA MENGANCAMNYA.

11. Jika anakmu CEMBURU,

itu karena engkau MENELANTARKANNYA.

12. Jika anakmu MENGANGGUMU,

itu karena engkau KURANG MENCIUM & MEMELUKNYA

13. Jika anakmu TIDAK MEMATUHIMU,

itu karena engkau MENUNTUT TERLALU BANYAK padanya.

14. Jika anakmu TERTUTUP,

itu karena engkau TERLALU SIBUK.

🐣

How your mother talked to you became your inner voice. 

How your father treated your mother showed you what love is supposed to feel like, even when it wasn't love. 

How your mother treated you taught you how to treat yourself. 

How your father treated work became the ruler that you measured your worth by. 

And how your mother handled her own emotions taught you what to do with yours. Stuff them down, explode, or stay silent. 

And lastly, how your parents treated each other became your blueprint for conflict, closeness, and trust. You didn't just learn to crawl and walk in the house. You learned to love, how to suffer, and how to abandon yourself. 

And you can heal from this by connecting to the part of you that still craves the love and safety that was missing from childhood. 

🐣

Komentar

Postingan Populer