Fuck History

Sebuah kata yang (mungkin) sangat sering kita ucapkan ataupun kita

dengarkan, dengan konotasi yang sedikit negatif.

Jaman dahulu kala di Negara Inggris, penduduknya tidah boleh melakukan

hubungan seksual tanpa ijin dari sang Raja. Saat mereka ingin memiliki

anak, mereka harus mengajukan ijin kepada pihak kerajaan. 

Setelah itu pihak kerajaan akan memberikan "Tanda / Kartu"

untuk digantung di pintu pasangan tersebut selama mereka berhubungan.

Tanda tersebut bertuliskan 

"Hubungan intim telah mendapatkan ijin dari raja",

atau dalam bahasa mereka ditulis dengan

"Fornication Under Consent of The King

(Berhubungan di bawah persetujuan raja)" 

(F.U.C.K), Inilah asal kata FUCK.


Flexibility of the word "FUCK"

Sexual: Let's fuck.

Mischief: Let's fuck with them.

Aggression: Let's fuck them up.

Anger: Fuck you.

Regret: Fuck me!

Resignation: Oh, fuck it

Surprise: Holy fuck!

Puzzlement: What the fuck?

Greeting: How the fuck are you?

Fraud: I got fucked over.

Identification: Who the fuck are you?

Philosophical: Who gives a fuck?

Compliment: She's so fucking beautiful.

Confusion: Where the fuck are we?

Wonder: What the fuck is that?

Amazement: How the fuck did he do that?

Threat: Don't fuck with me!

Realization: I fucking knew it!

Komentar

Postingan Populer