STOP BERCANDAIN ANAK SAMPAI MEREKA KESAL DAN MENTERTAWAKANNYA

Jika tidak ingin anak senang membully, menindas, dan menyakiti

Kenapa ya kita senang sekali bercandain anak, meledek, menakuti, dll sampai anak kesal/menangis, kemudian kita mentertawainya?

Bagi kita hal tersebut mungkin lucu, menyenangkan, dan mengganggap "ah, kan cuma bercanda" bahkan sudah jadi budaya dan dianggap sangat lumrah

Kita berpikir kalau anak juga paham kalau apa yg kita lakukan itu "cuma bercanda"

Padahal.....

Anak tidak paham konsep "bercanda". 

Anak juga tidak paham mana yang baik/ buruk. 

Apapun yang mereka lihat/dengar/rasakan di usia

0-6th akan jadi fondasi untuk membentuk kepribadiannya.

Karena di usia ini otak anak menyerap 100% tanpa filter

(absorbent mind: pikiran menyerap, alam bawah sadar terbuka lebar)

Jika anak dibuat kesal lalu ditertawakan, Yang anak pahami

adalah...

🐢 Anak merasa sangat kesal, marah, dan sedih

🐢 Anak merasa dipermainkan

🐢 Anak bisa jadi merasa sangat frustasi

🐢 Anak kecewa melihat orang yang dia cintai merasa senang

membuatnya sedih

Yang sangat berbahaya, anak menangkap bahwa....

"membuat orang sedih dan kesal itu menyenangkan"

Kelak, dia tidak segan membully, menindas, menyakiti, dan mentertawakan orang yang sedang sedih dan kesusahan, apakah ini yang kita inginkan??

Perlakukanlah anak sebagaimana kita ingin

diperlakukan, anak bukanlah makhluk kecil lemah yang layak

kita perlakukan sesuka hati.

Hormati dia, agar dia tumbuh jadi anak yang juga bisa

menghormati dirinya dan orang lain.

Komentar

Postingan Populer