5 cara baik kritik anak
- Sampaikan spesifik kesalahannya, bukan pada pribadi anak.
"Mainanmu berantakan", bukan "Males banget sih kamu."
- Dengarkan dan terima perasaan anak.
"Kadang setelah kecapekan main, berat ya masih harus merapikan mainan."
- Fokus pada perilaku dan situasi yang bisa diubah, bukan kesalahan yang lampau.
"Kita bisa cari dan pakai kotak sepatu bekas untuk menyimpan balok yang sama", bukan "Kamu selalu menghilangkan pasangan balok."
- Gunakan "Seandainya..." atau "Ibu berharap ..." untuk menunjukkan efek positif.
"Seandainya kamu merapikan mainanmu setiap habis main, pasti lebih mudah menemukan mainanmu saat akan dipakai."
- Bantu anak memahami: kesalahan harus diakui, bukan dihindari ; bisa diperbaiki, bukan menetap; berguna untuk belajar bukan merugikan.
"Mama dan tante waktu SD juga sering berdebat kalau mainan hilang. Terus, kita gambarin kotak mainannya. Karena bagus, jadi seneng ngerapiin. Sekarang masih ada tuh mainannya yang disimpan."
Komentar
Posting Komentar