Cerita Islami

Kembali Hidup Setelah Mati 100 tahun

Suatu hari, Nabi Uzair singgah di sebuah desa yang telah hancur dan musnah penduduknya beberapa tahun silam. Di reruntuhan desa itu, hanya terdapat tulang--belulang. Nabi Uzair keheranan saat melihat belulang tersebut dan berkata, "Bagaimanakah caranya Allah SWT menghidupkan kembali tulang belulang yang telah hancur ini?" 

Untuk menjawab pertanyaan Nabi Uzair itu, Allah SWT kemudian mematikan Nabi Uzair dan keledainya selama seratus tahun. Setelah seratus tahun, Allah menghidupkan kembali Nabi Uzair. Kemudian, datang malaikat berwujud manusia, "Engkau telah berada di sini selama seratus tahun."Nabi Uzair as pun menoleh kearah keledainya yang telah berubah menjadi tulang-belulang. Namun anehnya, roti dan buah anggurnya tidak berubah.

Kembali malaikat itu berkata, "Perhatikan belulang keledaimu ini dan saksikanlah apa yang akan Allah SWT lakukan terhadapnya." Nabi Uzair melihat belulang itu bergerak dan saling menyambung kembali. Tak lama kemudian, keledai itu pun kembali hidup seperti sediakala.

"Lihatlah, anggurmu yang tidak rusak sama sekali. Dan saksikanlah kekuasaan Allah! Ketahuilah, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu," ujar Malaikat.

Burung dan Gunung Bertasbih

Allah mengutus Nabi Daud sebagai pemberi petunjuk bagi umat dan membekalinya dengan banyak keistimewaan. Di antaranya, ilmu yang sempurna, ketelitian, bijaksana, dan dapat mengerti bahasa burung.

Allah menurunkan kitab Zabur pada Nabi Daud. Kitab Zabur merupakan kitab suci yang berisi puji- pujian kepada Allah, petunjuk, dan kisah umat-umat terdahulu, serta berita-berita tentang nabi-nabi yang akan datang.

Allah menundukkan gunung-gunung dan menyuruh gunung bertasbih mengikuti Nabi Daud setiap pagi dan senja. Burung-burung pun ikut bertasbih berulang-ulang.

Allah telah memberi kekuatan kepada Nabi Daud untuk melunakkan besi,sehingga bisa membuat baju-baju besi dan lingkaran-lingkaran besi dengan tangannya tanpa memakai api.

Nabi Daud juga seorang raja dari kerajaan yang kuat. Tidak ada musuh yang dapat mengalahkan kerajaannya. Di samping itu, Nabi Daud bersuara merdu sehingga setiap yang mendengarnya, pasti akan terlena oleh kemerduannya

Menaklukkan Manusia paling Bengis

Dari Abu Umamah ra berkisah. Ada seorang musyrik dari Bani Hasyim yang terkenal bengis dan paling keras bernama Rukanah.la menggembala kambingnya di lembah Idham.Pada suatu hari, Rukanah menantang Rasulullah untuk bergulat.

"Apakah kau mau aku bergulat denganmu dan kau berdoa pada Tuhanmu yang Maha Perkasa محمد dan Maha Bijaksana untuk menolongmu padaku dan aku berdoa pada Lata dan Uzza? Jika kau bisa mengalahkanku, maka kau dapatkan sepuluh kambingku ini yang kau pilih."

Rasulullah pun menerima tantangan Rukanah. Dalam waktu singkat, Rasulullah menarik Rukanah dan menggulingkannya serta menduduki dadanya. Rasulullah bisa mengalahkan Rukanah dengan menggulingkannya sampai tiga kali.

Batu Bercahaya

(HR. An-Nasa'i, Ibnu Ishak, Ibnu Jarir, Al-Baihaqi, dan Ath-Thabrani)

An-Nasa'i mengisahkan, saat Rasulullah menyuruh para sahabat menggali parit, mereka menemukan sebuah batu besar yang menghalangi mereka meneruskan penggalian parit.

Rasulullah berdiri dan mengambil beliung, lalu beliau meletakkan sorbannya di sisi parit dan memukul batu itu sambil membaca firman Allah,

"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an) محمد sebagai kalimat yang benar dan adil. Tak ada yang bisa mengubah-ubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS.Al-An'am (6): 115)

Sepertiga dari batu itu bergeser dan hancur, Salman saat itu berdiri dan melihat apa yang beliau lakukan. Bersamaan dengan pukulan Rasulullah itu, bersinarlah kilauan cahaya. Setelah memukul batu itu sampai tiga kali, Rasulullah keluar dari dalam parit dan mengambil sorbannya, lalu beliau duduk.

Salman berkata, "Ya Rasulullah, aku melihat kilauan cahaya setiap kali Engkau memukul batu itu."

Dua Kuda Liar Bersujud

ada seorang Anshar mempunyai dua ekor kuda jantan liar.Dia memasukkan keduanya dalam sebuah kebun dan menguncinya. Dia lalu menemui Rasulullah meminta bantuan menjinakkan kudanya.

Rasulullah bersama orang itu pergi mendatangi dua ekor kuda liar di dalam kebun. Ternyata, salah seekor kuda tersebut berada di dekat pintu. Saat ia melihat Rasulullah, tiba-tiba kuda itu bersujud padanya.

Rasulullah lalu berseru, "Bawakan aku sesuatu untuk mengikat kepalanya dan menenangkannya!" Orang Anshar itu pun membawa tali kekang. Kemudian Rasulullah mengikat kepalanya dan menenangkannya.

Kemudian, Rasulullah pergi mendatangi kuda jantan lainnya. Seperti kuda jantan pertama, saat melihat Rasulullah datang, kuda jantan itu pun sujud padanya.

Rasululah berkata pada orang Anshar itu, "Pergilah engkau, karena dengan seizin Allah, kedua kuda ini sekarang tak akan melawanmu lagi."

Rasulullah Bisa Menghilang

Amir Ibnu Thufail dan Ibad bin Qays adalah utusan Bani Amir yang ingin membunuh Rasulullah.,Saat Rasulullah sedang berceramah, Amir memberi tanda rahasia kepada Ibad agar segera melaksanakan rencana mereka. Ibad segera berputar ke arah belakang untuk membunuh Rasulullah. Pedang yang ada di tangannya, tinggal ditikamkan saja ke punggung Rasulullah. Namun, setiap kali ia hendak melakukannya, ia tampak kebingungan.

Rupanya, Rasulullah menghilang dari pandangannya. Padahal sebenarnya, Rasulullah masih tetap berada di tempat duduknya. Begitulah, cara Allah SWT menjaga kekasih-Nya

Gilingan Tepung Berdzikir

Suatu hari, Rasulullah melihat Fatimah, putrinya, menangis sambil menggiling biji gandum untuk,dibuat tepung.

"Kenapa engkau menangis, wahai Fatimah?" tanya Rasulullah.

"Aku tak tahan lagi menggiling tepung ini, Ayah," sahut Fatimah sedih. "Pekerjaan ini teramat berat bagiku."

"Bersabarlah putriku," kata Rasulullah sambil mengambil biji gandum dan meletakkannya pada gilingan tepung seraya membaca "Bismillahirrahmannirrahim". Atas izin Allah, gilingan tepung itu berputar sendiri sehingga Rasulullah tinggal memasukkan biji gandum itu ke dalamnya. Selama berputar sendiri, gilingan tepung itu terus membaca tasbih.

Subhanallah...subhanallah.....Maha Suci Allah......

Mendiamkan Gunung Uhud

Dari Anas ra berkisah: Suatu hari, Rasulullah mendaki Gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar Bin Khattab, dan Ustman Bin Affan.

Ketika kami datang, tiba-tiba Gunung Uhud bergetar seperti gempa bumi. Rasulullah kemudian menepuk Gunung Uhud sambil berkata, "Diamlah, wahai Uhud, karena sesungguhnya di atasmu ada seorang Nabi, orang kuat keimanannya, dan dua orang syahid." Setelah ditepuk seperti itu, Gunung Uhud pun diam tidak lagi menggetarkan tubuhnya. (HR. Bukhari)

Tongkat Bercahaya

(HR. Abu Na'im)

Dikisahkan dari Maimun Ibnu Zaid Ibnu Abu Abas, ia berkisah. Rasulullah pernah memberi sebuah tongkat pada Ibnu Abu Abas setelah ia mengalami kebutaan.

Rasulullah berpesan pada Ibnu Abu Abas, "Gunakanlah tongkat ini sebagai penerang jalanmu!"

Sungguh menakjubkan! Tongkat itu mengeluarkan cahaya seperti lampu sehingga tongkat itu bisa menerangi jalan di malam hari yang dilewati Ibnu Abu Abas.

Tubuh Rasul Seharum Minyak Wangi

Dikisahkan menurut hadist sahih bahwa tubuh beliau yang halus, tangan yang lembut, dan menebarkan bau harum seperti diriwayatkan sahabat Bukhari dari Annas ra seperti, "Aku belum pernah menyentuh sutra yang lebih halus dari telapak tangan Rasulullah dan aku belum pernah mencium bau yang harum dibandingkan keharuman Rasulullah."

Abu Juhaifah juga mengisahkan, "Suatu hari, aku melihat Rasulullah berjalan. Kemudian, orang-orang melihat beliau langsung mendekat dan mencium tangannya. Aku pun melakukan hal yang sama. Pada waktu tangan Rasulullah kupegang kurasakan sangat dingin, sedangkan ketika kucium tangan beliau ternyata baunya sangat harum melebihi harumnya minyak misik."

Kitab Diba' pun menceritakan bahwa apabila beliau tersenyum, maka senyumnya bagaikan mutiara embun. Bila beliau berbicara, maka pembicaraannya bagaikan mutiara yang berjatuhan. Jika beliau bercakap-cakap, bagaikan minyak misik yang keluar dari mulutnya. Apabila beliau duduk dalam sebuah majelis, maka ruangan tersebut akan berbau harum.

Suatu mukjizat yang luar biasa. Tanpa memakai minyak wangi sekalipun Rasulullah tetap berbau harum. Tanpa mukjizat dari Allah mustahil tubuh orang biasa bisa mengeluarkan bau harum. Mahasuci Allah yang telah menyempurnakan wujud manusia pilihanNya

Fatimah Selalu Kenyang Selamanya

(HR. Al-Baihaqi, Al-Haitsami, dan Abu Na'im)

Dirawikan dari Imron Ibnu Hushain, ia berkisah. Suatu saat, Imron duduk di hadapan Rasulullah. Tiba- tiba putri Rasulullah, Fatimah datang menghadapnya.

"Mendekatlah kemari, wahai Fatimah!" suruh Rasulullah.

Fatimah lalu mendekat hingga ia berdiri persis di hadapannya.Wajah Fatimah tampak pucat. Rasulullah lalu meletakkan telapak tangannya di antara ujung jari-jemari Fatimah.

Beliau mengangkat kepalanya, lalu berdoa,"Ya Allah, Kaulah yang mengenyangkan orang-orang lapar, memenuhi kebutuhan dan menghilangkan kehinaan. Maka, janganlah Engkau buat lapar Fatimah binti Muhammad."

Setelah Rasulullah mendoakan seperti itu, wajah Fatimah yang pucat tiba-tiba lenyap. Semenjak itu, Fatimah tak pernah merasakan lapar lagi sepanjang hidupnya. Keceriaan kembali nampak di raut mukanya

Unta yang Bersujud

(HR. Ahamd)

Ibnu Anas Ibnu Malik berkisah. Dulu ada sebuah keluarga Anshar memiliki seekor unta yang rutin mereka beri minum. Namun, unta itu liar dan banyak menyulitkan mereka, sehingga mereka pun tak berani menungganginya lagi. Keluarga Anshar itu lalu menemui Rasulullah untuk meminta bantuannya.

Rasulullah lalu mendatangi unta itu yang sedang berada di sudut sebuah kebun. Keluarga Anshar langsung berseru,"Ya Rasulullah, berhati-hatilah. Bila didekati, unta itu akan berubah liar seperti seekor anjing buas yang berbahaya...."

Namun, Rasulullah tetap menghampiri unta itu. Beliau lalu memegang rambut ubun-ubun unta tersebut. Dengan seizin Allah, tiba-tiba unta itu berubah menjadi sangat jinak. Malah, unta itu mendekati dan bersujud di hadapan Rasulullah.

Mendatangkan Pasukan Malaikat

(QS. Al-Anfal (8):9) dan (HR. Abu Na'im)

Dirawikan dari Umar Bin Khatab, ia berkisah. Sewaktu terjadi perang Badar, Rasulullah melihat ke arah pasukan orang-orang musyrik berjumlah 1000 orang dan melihat para sahabatnya, hanya berjumlah 317 orang. Rasulullah menghadap ke arah kiblat hingga sorbannya jatuh.

Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya dan berdoa, "Ya Allah, sempurnakanlah buatku apa-apa yang telah Engkau janjikan buatku! Ya Allah, mana sesuatu yang Kau janjikan padaku! Ya Allah, bila Kau binasakan golongan umat Islam ini, maka kau tak akan disembah di muka bumi selamanya."

Allah mengabulkan doa Rasulullah dengan mendatangkan bala bantuan 1000 malaikat yang turun dari langit. Akhirnya, pada perang Badar itu Umat Islam bisa menorehkan kemenangan dengan mengalahkan orang-orang Musyrik.

Batu Mengucapkan Salam

(HR. Tirmidzi, Muslim, ad-Darimi, dan Ahmad)

Di antara mukjizat Rasulullah adalah bebatuan mengucapkan salam padanya. "Sungguh, aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diangkat menjadi Rasul," kata Rasulullah.

"Dan sekarang aku pun mengetahuinya." Di antara mukjizat Rasulullah adalah, bebatuan, pepohonan, dan gunung-gunung mengucapkan salam kepada Rasulullah.

Diriwayatkan dari Ali Ibnu Abi Thalib, ia bercerita, "Dulu, aku pernah bersama Rasulullah di Mekah. Kami keluar dari berbagai sudut kota. Beliau bertemu dengan sebuah gunung dan sebuah batu yang semuanya mengucapkan, 'Salam sejahtera untuk engkau, wahai Rasulullah."

Parit Api Melindungi Rasulullah

(HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ibnu Jarir)

Abu Hurairah berkisah.Suatu hari, salah seorang musuh Rasulullah bernama Abu Jahal, bertanya kepada teman-temannya, "Apakah Muhammad bersujud di tengah-tengah kalian?"

Mereka menjawab, "Ya, benar Abu Jahal. Kami melihat Muhammad bersujud di depan kami!"

Abu Jahal berkata, "Demi Tuhanku, andai aku melihat dia shalat begitu, maka akan kuinjak lehernya dan kuguling-gulingkan mukanya ke atas tanah."

Abu Jahal lalu mendatangi Nabi Muhammad atau Rasulullah saat beliau sedang shalat, tapi tiba- tiba dengan ketakutan ia mundur dengan cepat. Abu Jahal kaget melihat ada parit api yang menyala-nyala di sekitar Rasulullah. Sehingga Abu Jahal pun tidak jadi menyakiti Rasulullah.

Rasulullah kemudian berkata, "Andai Abu Jahal mendekatiku, niscaya malaikat akan menyambar setiap anggota tubuh Abu Jahal dengan api yang menyala-nyala."

Air Mata Tak Bisa Mengalir

Dirawikan dari Ummu Ishak, ia berkisah. Aku ikut hijrah atau pindah bersama saudaraku dari Mekah ke Madinah. Saudaraku berkata, "Aku lupa.Bekalku tertinggal di Mekah." la lalu kembali ke Mekah untuk mengambil bekalnya. Namun, malangnya. Saat di Mekah, ia dibunuh oleh suamiku. Saat itu, suamiku masih ingkar pada Allah SWT.

Aku lalu datang menemui Rasulullah. Aku mengadukan hal itu padanya, "Saudaraku telah dibunuh oleh suamiku."Beliau lalu mengambil segenggam air, lalu memercikkan air itu di wajahku.

Setelah itu, bila Ummu Ishak tertimpa musibah, air mata terlihat di kedua matanya, tapi air mata itu tak bisa mengalir di pipinya.

Bayi yang Pandai Bicara

(HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim)

Dirawikan dari Ma'radh Ibnu Abdullah Ibnu Ma' radh Ibnu Mu'aiqib Al-Yamani dari ayahnya dari kakeknya, ia berkisah. Aku berangkat haji sewaktu haji perpisahan. Aku masuk ke sebuah rumah di Mekah dan melihat Rasulullah berada di dalamnya. Wajahnya bersinar bagaikan lingkaran bulan. Aku mendengar suatu hal menakjubkan darinya.Seorang laki-laki menggendong bayi baru lahir datang menemui Rasulullah.

Rasulullah bertanya pada bayi itu, "Tahukah engkau siapakah aku?"

Tiba-tiba bayi itu menjawab, "Engkau adalah seorang utusan Allah..."

"Engkau benar. Semoga Allah memberkatimu," kata beliau. 

Sesudah itu, bayi itu tak bisa bicara hingga ia menginjak usia dewasa. Ayahku berkata, "Dulu, kami menamai anak itu dengan Mubarak Al Yamamah."

Nabi Musa dan Manusia Kera

Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa ada seorang Bani Israil telah banyak menghabiskan waktunya bersama Nabi Musa as. Dia belajar pada Nabi Musa hukum-hukum fikih dan persoalan-persoalan Taurat serta menyampaikannya pada orang lain.

Selang beberapa waktu, Nabi Musa as tidak melihatnya lagi. Suatu hari, Malaikat Jibril duduk bersama Nabi Musa as. Tiba-tiba, seekor kera lewat di depan mereka. Malaikat Jibril bertanya pada Nabi Musa as, "Apakah Engkau mengenalnya?" Nabi Musa menggeleng,"Aku tidak mengenalnya, Jibril."

Malaikat Jibril menjelaskan, "Dialah orang yang selalu belajar Taurat dari Engkau. Itulah bentuk dan rupanya di alam akhirat kelak."

Dengan penuh heran, Nabi Musa as bertanya, "Mengapa dia berbentuk seperti itu?"

Malaikat Jibril menjawab, "Karena tujuan dan maksud dia dalam mempelajari hukum-hukum Taurat adalah agar masyarakat menganggapnya sebagai seorang yang berilmu.

Tujuannya, bukan semata-mata karena Allah dan dia tidak ikhlas. Oleh karena itu, kelak bentuknya berubah menjadi seperti kera di alam akhirat."

Domba Kurus Menghasilkan Susu

(HR. Al-Hakim)

Dirawikan dari Abu Ma'bad al-Khuza'i bahwa Rasulullah dan para sahabat pernah melakukan perjalanan di malam hari melintas di depan dua kemah milik Ummu Ma'bad al-Khuza'iyah.

Ummu Ma'bad adalah seorang wanita yang dermawan. la sering memberi makan dan minum musafir yang kebetulan melintas di depan kemahnya. Namun pada saat itu, Ummu Ma'bad sedang tidak memiliki makanan dan minuman sedikit pun. Hanya ada seekor domba betina kurus yang sudah tak menghasilkan susu lagi di samping kemah.

Rasulullah lalu mengusap kelenjer susu domba betina itu sambil menyebut nama Allah dan berdoa. Sungguh ajaib Domba betina itu membuka lebar-lebar dua kakinya dan mengalirkan susu yang berlimpah. Beliau lalu minta diambilkan sebuah wadah. Beliau lalu memerah susu domba itu hingga bisa memenuhi puncak wadah tersebut. Setelah itu, beliau memberi minum Ummu Ma'bad dan para sahabatnya hingga mereka semua kenyang.

Kemudian beliau minum. Beliau memerah lagi untuk kedua kalinya hingga wadah tersebut penuh. Setelah itu, beliau menyerahkannya pada Ummu Ma'bad.

Rasul Mengubah Emas Jadi Pasir

Untuk membuktikan kerasulannya, suatu waktu Rasulullah membawa banyak perhiasan emas ke arah Gunung Abi Qubaisy. Setelah sampai di gunung tersebut, Rasulullah kemudian menumpahkan semua perhiasan emas itu ke tanah.

Penduduk Mekah menyaksikan dengan mata kepala sendiri, Rasulullah menumpahkan semua emas, perak, dan perhiasan lainnya menjadi satu. Dan, dengan disaksikan penduduk Mekah pula, beliau kemudian berseru ke arah emas perhiasan itu, "Jadilah kalian pasir!" Maka, seketika itu pula semua emas, intan, berlian, dan perak langsung berubah menjadi pasir.

Jari Rasulullah Memancarkan Air

(HR. Bukhari, Muslim, An-Nasai, dan Tirmidzi)

Di antara mukjizat Rasulullah yang berkaitan dengan benda mati adalah air memancar dan mengalir dari sela-sela jari-jemari beliau.

Anas bin Malik pernah melihat Rasulullah pada saat shalat Ashar tiba. Orang-orang mencari air wudhu, tapi mereka tak menemukan air.

Rasulullah datang sambil membawa sebuah wadah berisi air untuk wudhu. Rasulullah lalu memasukkan tangannya ke dalam wadah tersebut, lalu beliau menyuruh orang-orang untuk berwudhu dari wadah tersebut.

Saat itu, Anas bin Malik melihat air memancar dari jari-jemari Rasulullah. Sungguh luar biasa. Air yang memancar dari jari jemari Rasululah itu bisa dipakai berwudhu untuk sekitar 300 orang

Tubuh Rasul Memantulkan Cahaya

Sungguh menakjubkan! Tubuh Rasulullah memantulkan cahaya, bahkan cahayanya mampu meredupkan cahaya matahari dan bulan. la satu di antara Rasul yang memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh nabi maupun rasul lainnya.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Annas ra ia berkisah. Ada dua orang sahabat Rasulullah pulang setelah menghadiri majelis Rasulullah Di tengah malam gelap gulita, keduanya bagaikan dua lampu yang menyinari jalan sehingga keduanya berjalan di tengah malam, tanpa rasa takut tersandung dan tersesat di jalan.

Tubuh mereka tetap bercahaya saat keduanya sampai tiba di tempat keluarganya. Di sinilah letak mukjizat Rasulullah yang mampu memberikan pantulan cahaya kepada orang lain, selain dirinya. Padahal sebelumnya, kedua sahabat ini datang ke majlis Rasul Saw tubuhnya tidak bersinar sama sekali.

Tubuh Rasulullah Mengeluarkan Api

(HR. Abu Na'im)

Syabih Ibnu Ustman, seorang kafir Quraisy yang ingin membunuh Rasulullah dalam sebuah peperangan di daerah Hunain. Ia lalu membuntuti dan mendekati Rasulullah. Kemudian Syabih menghunuskan pedangnya ke arah Rasulullah Tapi, tiba-tiba seketika. TAAAR!

Muncul kobaran api menyambar Syabih seperti kilat. Syabih terperangah kaget! Bersamaan dengan itu, Rasulullah memandang ke arah Syabih dan memanggilnya, "Hai, Syabih kemarilah!" Setelah itu, Rasulullah meletakan tangannya di dada Syabih, hingga Allah SWT mengeluarkan setan dari hati Syabih.

Betapa anehnya. Sejak saat itu, Syabih jadi sangat mencintai Rasulullah. Bahkan, Rasulullah menjadi orang yang paling dicintainya. Melebihi rasa cintanya pada siapapun.

Nabi Ibrahim Mendinginkan Api

Ketika Raja Namrud melemparkan Nabi Ibrahim as ke dalam api, malaikat langit pun menangis. Allah SWT berfirman, "Setiap saat, Aku hendak membantu dan menolongnya." Para malaikat menjawab, "Ya Allah, perkenankan kami menolongnya."

Allah Swt berfirman, "Pergilah! Apabila Ibrahim memberikan izin, maka tolonglah dia." Maka, para malaikat berseru, "Wahai Ibrahim, izinkan kami menyelamatkanmu dan memusnahkan musuh-musuhmu."

Namun, Nabi Ibrahim as tidak memberikan izin kepada para malaikat. "Aku memiliki keperluan, tetapi tidak kepada kalian. Cukuplah, bagiku untuk tidak meminta, karena Allah mengetahui dan aku serahkan urusanku kepada Allah. Sungguh, Allah Maha tahu atas keadaan hamba-hamba-Nya."

Kemudian, Allah SWT berfirman, "Wahai api, jadilah dingin dan selamatkan Ibrahim." Akhirnya, Nabi Ibrahim pun selamat. Tidak hangus dibakar api.

Nabi Zakaria Berputra Pada Usia Tua

Nabi Zakaria ingin memperoleh seorang keturunan, meskipun usianya sudah sangat tua, "Ya Allah, sesungguhnya tulangku sudah lemah, rambutku sudah beruban, namun aku tidak akan berhenti berdoa. Anugerahilah aku seorang anak yang akan mewarisi keluargaku...."

Allah pun mendengar dan mengabulkan doa tersebut, seraya berfirman, "Hai Zakaria, sesungguhnya Aku akan memberi kabar gembira kepadamu. Engkau akan memperoleh seorang anak yang bernama Yahya."

"Ya Allah, berilah aku suatu tanda," ucap Nabi Zakaria.

"Ini tanda bagimu, engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, meskipun engkau dalam keadaan sehat."

Setelah mendengar firman Allah tersebut, Nabi Zakaria pun keluar dan mulai bertasbih pada waktu pagi dan malam. Beliau tidak berkata-kata selama tiga hari. (QS.Maryam: 2-6 dan Ali-Imran: 40-41) 

Isyarat Tongkat Rasulullah Bisa Merobohkan 360 Berhala

Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Abbas ra, ia mengatakan ketika Rasulullah memasuki kota Mekah di hari pembukaan atau Yaum al-Fath, di sekitar Ka'bah terdapat 300 buah berhala, maka Rasulullah mengambil tongkatnya dan mengayunkannya ke salah satu berhala, namun ayunan tongkat itu ternyata mengenai semua berhala yang ada di sekitar Ka'bah itu.

Dalam riwayat lain, dari Abdullah Ibnu Umar, ia mengatakan ketika Rasulullah memasuki kota Mekah, ia menemukan 360 berhala, maka dengan isyarat tongkatnya sambil membaca surat Al-Isra ayat 8, ternyata sekalipun tongkatnya tidak menyentuh berhala, namun berhala itu roboh dengan sendirinya.

Tangan Jadi Kaku

Dari Ibnu Abbas ra bahwa Arbad Ibnu Qais dan Amir Ibnu Thufail datang ke Madinah untuk membunuh Rasulullah. Namun, tiba-tiba tangannya yang sedang memegang pedang seketika menjadi kaku. Dia tak bisa menghunus pedang. Arbad pun tak jadi membunuh Rasulullah.

Setelah gagal membunuh, mereka berdua pergi ke Raqm, suatu tempat di Madinah. Di sana, Allah kemudian mengirim petir pada Arbad hingga dia hangus terbakar. Sedangkan pada Amir Ibnu Thufail, Allah menimpakan penyakit cacar yang parah padanya sampai ia meninggal.

Berkenaan dengan peristiwa itu, Allah SWT berfirman, "Dan Allah SWT melepaskan halilintar, lalu menimpakannya pada siapa yang dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan yang Maha Keras siksa-Nya." (QS. Al-Rad [13]:13)

Makanan Bisa Bertasbih

(HR. Bukhari)

Sudah banyak mukjizat-mukjizat atau kejadian-kejadian luar biasa terjadi bersama Rasulullah yang kami saksikan. Seperti mukjizat yang terjadi pada kali ini sebelum kami makan bersama rasulullah. Ketika waktu makan terjadi sebuah keajaiban. Di hadapan Rasulullah dan kami sudah tersaji makanan dan minuman

"Subhanallah subhanaallah Maha suci Allah...

Tiba-tiba terdengar suara bertasbih di ruangan itu. Kami yang ada di tempat itu saling berpandangan, Siapa yang bertasbih pada saat itu. Padahal kami semua pada diam. Setelah dicari-cari, barulah kami tersentak kaget dan terkagum-kagum.Ternyata suara-suara yang bertasbih yang mengagungkan Allah itu berasal dari makanan dan minuman di depan kami. Mukjizat-mukjizat Rasulullah sebagai berkah bagi kami. (Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud dan Abdullah bin Umar ra.)

Rasulullah Memadamkan Api Setan

Abdurrahman Ibnu Khunais berkisah. Setan-setan turun menemui Rasulullah dari gunung-gunung dan lembah-lembah.

Bersama mereka ada satu setan yang bertugas membawa bara api dan bermaksud membakar Rasulullah dengan bara api itu. Saat Rasulullah melihat para setan, beliau terkejut.

Jibril lalu datang membantu dan berkata, "Wahai, Muhammad, ucapkanlah!" Rasulullah bertanya, "Apa yang hendak aku ucapkan?"

Jibril menjawab, "Ucapkanlah seperti ini!"

Kemudian Rasulullah menirukan ucapan Jibril seperti itu. Api yang dibawa setan itu akhirnya padam. Berkat pertolongan Allah, akhirnya para setan pun kalah.

Pohon Bisa Bicara

(HR. Muslim)

Dikisahkan dari Mi'an. Bahwa ada sebuah pohon yang bisa bicara. Seperti manusia, pohon itu menceritakan bahwa ia telah menyaksikan Rasulullah  bertemu dengan sekelompok jin. Peristiwa tersebut terjadi di malam hari, ketika Rasulullah memisahkan diri dari para sahabatnya. Beliau lalu didatangi oleh utusan jin, kemudian beliau pergi bersama mereka.

Rasulullah membacakan ayat-ayat Al-Qur'an pada sekelompok jin itu, dan mereka pun akhirnya beriman padanya. dan mengikuti cahaya yang diturunkan padanya.

Menjadi Buruk Rupa

Al Aswad bin Abdi Yaguts adalah orang yang paling berani menghina Rasulullah, ayat-ayat Al- Quran, dan Islam. Tapi, Rasulullah yang mulia tetap sabar dengan penghinaan itu.

Hingga suatu hari, Allah menurunkan azab pada Al Aswad. Ketika Al aswad sedang berjalan sendirian di padang pasir, tiba-tiba datang badai gurun yang sangat panas menyerangnya sampai kulitnya hangus terbakar. Seketika Al Aswad berubah jadi buruk rupa.

Keluarganya dan orang-orang pun tidak mengenalinya lagi. Mereka mengira Al Aswad orang gila. Sehingga mereka mengusir Al Aswad ketika mencoba akan masuk rumah. Akhirnya, suatu hari Al Aswad ditemukan mati kehausan di padang pasir.

Bulan Terbelah Dua

(HR. Al-Baihaqi, Bukhari, Muslim, dan Ahmad))

Salah satu mukjizat Rasulullah adalah bulan terbelah dua, hingga sebuah gunung berada di antara keduanya. Dikisahkan dari Anas, penduduk Mekah pernah meminta Rasulullah untuk menunjukkan sebuah mukjizat.

Maka, tiba-tiba bulan di atas langit Mekah terbelah dua. Maha Suci Allah. Penduduk Mekah pun terkagum-kagum melihat keajaiban tersebut.

Rasulullah lalu membaca firman Allah, "Telah dekat (datangnya) saat itu (hari kiamat) dan bulan telah terbelah." (QS. Al-Qamar (54):1)

Kijang yang Pandai Bicara

(HR. Baihaqi dan Abu Na'im dalam ad-Dalail)

Dari Zaid Ibnu Arqam ra berkisah.Suatu hari, aku dan Rasulullah melihat seekor kijang betina terikat pada sebuah tenda milik seorang Badui. Tiba-tiba kijang itu bicara,"Wahai, Rasulullah. Orang Badui ini menangkapku, padahal aku masih menyusui dua ekor anakku yang sekarang tinggal di hutan. Mereka bisa mati kehausan bila tak segera kususui. Bisakah,engkau melepaskan aku agar aku bisa kembali sebentar ke hutan menyusui anakku?"

"Jika aku melepaskanmu,apa engkau akan kembali ke mari?" tanya Rasulullah.Si Kijang menjawab, "Aku janji. Jika tidak kembali, semoga Allah menghukumku." Rasulullah pun melepaskannya. Tak lama kemudian, setelah menyusui anaknya di hutan. Si kijang itu kembali datang ke tempat itu. Rasulullah pun mengikatnya kembali ke tenda, dan orang Badui datang.

"Apakah engkau mau menjual kijang ini padaku?"tanya Rasulullah pada si Badui.

Si Badui menjawab, "Kijang itu sekarang milik Engkau, Rasulullah." Akhirnya, Rasulullah pun melepaskan kijang itu untuk kembali hidup bersama anaknya di hutan

Makanan Dari Langit

Hannah dan Imran merupakan pasangan suami istri yang sangat taat beribadah.Imran salah seorang pembesar di kalangan Bani Israil. Sudah lama Hannah berumah tangga dengan Imran, namun dia belum juga dikaruniai seorang anak.Karena itu, mereka berdua selalu berdoa kepada Allah agar dikaruniai keturunan. "Ya Allah, apabila aku memperoleh anak, maka akan aku serahkan anakku ke Baitul Maqdis untuk memelihara rumah-Mu...."

Akhirnya, dengan izin Allah, Hannah pun mengandung dan melahirkan seorang putri bernama Maryam. Hannah lalu menyerahkan putrinya itu kepada Nabi Zakaria, pemimpin Baitul Maqdis. Nabi Zakaria sangat hati-hati memelihara dan menjaga Maryam.

Ketika Maryam beranjak dewasa, Nabi Zakaria membuat sebuah kamar di dalam Baitul Maqdis. Jika Nabi Zakaria bepergian, beliau mengunci kamar Maryam dari luar, sehingga Maryam tidak bisa keluar. Hal itu dilakukan untuk menjaga kesuciannya. Namun, ketika pulang Nabi Zakaria sering menemukan ada makanan di kamar tersebut. "Maryam, dari mana engkau memperoleh makanan ini?" tanya Nabi Zakaria keheranan.

"Aku memperoleh semua. makanan ini dari Allah," jawab Maryam.

Tandan Kurma Bercahaya

(HR. Ath-Thabrani dan Al-Haitsami)

Ath-Thabrani merawikan dari Qatadah, ia berkisah. Qatadah dan Rasulullah duduk bersama di masjid. Kemudian Rasulullah memberiku sebuah tandan kurma, sambil berpesan, "Sesungguhnya setan telah menempati tempatmu di keluargamu. Pulanglah dengan membawa tandan kurma ini! Peganglah tandan ini hingga kamu sampai di rumahmu! Setelah itu pergilah ke sudut rumah, lalu pukullah dia dengan tandan kurma ini!"

Qatadah lalu keluar dari masjid. Subhanallah! Tandan kurma itu mengeluarkan cahaya, seperti cahaya lilin. Cahaya itu menyinari jalan pulang Qatadah. Setelah itu, Qatadah mendatangi anggota keluarganya yang sudah tertidur pulas.

Qatadah lalu melihat ke sudut rumah, dan ternyata di sana ada seekor landak penjelmaan dari setan. Qatadah lantas memukuli landak itu dengan tandan kurma hingga si landak keluar rumah

Tidak Hangus Dibakar Api

Suatu hari, suami wanita soleha ingin membuktikan kebenaran perkataan istrinya. la lalu menyalakan api tungku dan berseru, "Buktikan kalau engkau benar-benar mencintai Rasulullah! Sekarang masuklah engkau ke dalam tungku api itu!"

Tanpa takut, wanita soleha itu masuk ke dalam tungku api. Sang suami kaget. Dengan amat menyesal, ia menemui Rasulullah. Mendengar cerita itu, Rasulullah segera menyuruhnya pulang dan membuka tutup tungku api.

Ya Allah, benar-benar sebuah mukjizat! Ternyata, istrinya masih hidup. la sama sekali tidak terbakar.

RASULULLAH SUKA SHALAT MALAM

Karena sering shalat malam, kedua kaki Rasul sampai bengkak. "Ya Rasul. Mengapa Engkau membebani diri dengan hal yang demikian? Bukankah Allah swt. telah mengampuni Engkau dari segala dosa, baik yang terdahulu maupun yang akan datang?" tanya salah seorang sahabat kepadanya.

Rasulullah saw. Bersabda, "Tidak patutkah aku menjadi hamba Allah yang bersyukur?" Rasul biasa shalat malam sejumlah tiga belas rakaat.

Mengapa shalat malam sangat Rasul utamakan? Karena pada sepertiga malam, Allah akan turun ke bumi. Allah Swt. akan mudah mengabulkan doa dan permintaan setiap hambanya yang rajin shalat malam.

BISA MELIHAT KEMBALI DARI KEBUTAAN

Zinnirah adalah seorang budak perempuan yang sangat taat pada ajaran Islam. Pada saat itu, majikan Zinnirah belum masuk Islam. Majikannya dan para kaum Kafir Quraisy kemudian menyiksa Zinnirah agar mengingkari Islam. Namun meski disiksa sangat berat, Zinnirah tetap teguh dengan pendiriannya. Padahal Zinnirah sampai hilang penglihatannya akibat penyiksaan itu.

"Patung Latta dan Uzza telah membuat matamu buta!" seru Abu Jahal sambil menyiksa Zinnirah. "Aku buta bukan oleh patung Latta dan Uzza. Tapi aku buta karena Allah dan Allah-lah yang akan mengembalikan penglihatanku lagi!" jelas Zinnirah dengan tegar.

Esoknya, ternyata apa yang diucapkan Zinnirah menjadi kenyataan. Benar-benar ajaib. Allah SWT kemudian mengembalikan penglihatan Zinnirah seperti sediakala. Untungnya kemudian Abu Bakar Ash Sidiq membeli Zinnirah dari tuannya. Setelah itu Abu Bakar pun memerdekaan Zinnirah

RASULULLAH DAN BILAL

Suatu hari Rasul Saw. menyuruh Bilal untuk mengumandangkan azan. Tiba-tiba saat azan berlangsung, terdengar suara gemuruh di Kota Madinah. Rasulullah kemudian bersabda, "Tahukah kalian tentang suara gemuruh itu? Sesungguhnya Allah Swt. menyuruh supaya pintu-pintu langit dibuka sampai ke Arsy untuk menyambut azan Bilal."

Kemudian Abu Bakar bertanya, "Apakah hal itu hanya berlaku untuk Bilal saja ya Rasulullah?" Rasul Saw. lalu menjawab, "Bahkan untuk semua muazin. Ruh para muazin itu berkumpul dengan para syuhada. Maka pada hari kiamat akan ada seruan, 'Di manakah para muazin? Maka berdirilah mereka di atas bukit misik (kasturi) dan kapur barus."

KESEDERHANAAN RASULULLAH

Rasulullah Saw. sering mengalami lapar dalam hidupnya. Malahan, perut Rasulullah sering diganjal batu akibat menahan lapar, sementara Rasul tak punya sesuatu yang bisa dimakan. Rasulullah Saw. sebenarnya orang kaya, tapi hartanya dihabiskan untuk berjihad. Suatu hari 'Umar bin Khaththab ra. melihat Rasulullah Saw. sedang berbaring di atas sebuah tikar usang. Garis- garis tikar itu sampai membekas di belikat beliau. Sementara jejak bantal yang keras membekas di bawah kepala beliau.

Sungguh penuh dengan kesederhanaan. Bahkan sangat sederhana untuk ukuran seorang pemimpin, dengan kekuasaan sebesar beliau. Jika dihitung, Rasul hanya memiliki tiga baju saja untuk dipakai bergantian. Baju-bajunya pun harganya sangat murah.

RASULULLAH SANGAT PENYABAR

Rasulullah terkenal sangat penyabar, meski dihina dan diperlakukan sangat kasar oleh orang-orang yang memusuhinya. Bahkan saat para sahabat menangkap seseorang yang akan membunuh Rasul. Umar bin Khattab dengan geram siap-siap akan membunuh orang itu jika Rasul menghendakinya. Namun sungguh di luar dugaan. Rasul malah dengan penuh sabar memberi orang itu makan dan minum. Karena kemuliaan akhlak Rasul tersebut, orang tadi pun segera memeluk Islam.

Begitu pula dengan wanita Yahudi yang selalu menghina Rasul dan melemparinya batu. Rasul sama sekali tidak pernah marah, apalagi membalasnya. Malah saat wanita itu sakit, Rasulullah menjadi orang pertama yang menengoknya. Karena takjub dengan kesabaran dan kemuliaan akhlak Rasul, maka wanita itu pun segera masuk Islam.

AKIBAT MELALAIKAN SHALAT

Pada zaman Rasulullah, ada seorang pemuda datang menemui Rasulullah. Dengan penuh kesedihan ia memberitahukan bahwa ayahnya telah meninggal. "Tapi, aku tidak punya kain kafan. Bahkan orang-orang di kampungku tidak ada seorang pun yang mau memandikan dan menyalati ayahku," keluh pemuda itu dengan wajah memelas.

Rasul dan para sahabat pun segera mendatangi rumah pemuda itu. Rasulullah dan para sahabat kaget ketika mereka melihat mayat ayah pemuda itu. Wajah mayat itu ternyata telah berubah menjadi mirip babi. Rasul pun kemudian bertanya kepada pemuda itu, "Wahai, anak muda. Kebiasaan buruk apakah yang telah ayahmu lakukan selama hidupnya?"

Dengan penuh penyesalan pemuda itu berkata, "Ya Rasulullah. Selama hidupnya ayahku tidak pernah mengerjakan shalat. Kebiasaan buruk itulah yang aku tahu dari ayahku..."

Komentar

Postingan Populer